EFEKTIFITAS BATUK EFEKTIF DAN FISIOTERAPI DADA PAGI DAN SIANG HARI TERHADAP PENGELUARAN SPUTUM PASIEN ASMA BRONKIALDI RS PARU dr.ARIO WIRAWAN SALATIGA

Wahyu Nur Kasanah, Sri Puguh Kristiyawati, Supriyadi -

Abstract


Penyakit asma salah satu penyakit yang menyebabkan pasien memerlukan perawatan di rumah sakit. Gejala asma selain sesak napas disertai bunyi wheezing, penderita asma juga mengalami batuk produktif karena sputum yang kental dan sulit dikeluarkan. Intervensi yang diharapkan dapat mengeluarkan sputum adalah batuk efektif dan fisioterapi dada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas batuk efektif dan fisioterapi dada pagi dan siang hari terhadap pengeluaran sputum pasien asma bronkial di Rumah Sakit Paru dr.Ario Wirawan Salatiga. Desain penelitian ini adalah one shot-case study, jumlah sampel 22 responden dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara intervensi pagi hari dan siang hari. Terlihat dari hasil pengeluaran sputum pada kelompok intervensi pagi hari keluaran sputum 4 -< 6 ml diperoleh dari 7 responden (63,6%), sedangkan paling sedikit 2 <- 3 ml diperoleh dari 4 responden (36,4%). Kemudian pada kelompok intervensi siang hari keluaran sputum dari 11 responden seluruhnya sebanyak 1 -< 2 ml. Analisis dengan Independent t-test untuk intervensi pada pagi dan siang hari menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), artinya ada efektivitas antara intervensi batuk efektif dan fisioterapi dada pagi dan siang hari dalam pengeluaran sputum pasien asma bronkial. Disarankan agar metode tersebut dilakukan secara terjadwal untuk semua pasien asma bronkial yang dirawat di ruang inap.

Full Text: PDF