PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DIAPER DERMATITIS DENGAN PROGRAM PENYULUHAN KESEHATAN DI POSYANDU MELATI DESA BRUMBUNG

Miftahul Jannah Kusumastuti, Dera Alfiyanti

Abstract


Pasien bayi dan balita rawat jalan yang menderita kelainan ini berjumlah sekitar 1 juta anak setiap tahunnya. Lebih dari 50% pasien adalah bayi berusia 3-20 bulan, sedangkan insiden puncak kelainan ini adalah pada usia 7-15 bulan. Pada salah satu penelitian yang dilakukan di inggris, ditemukan 25% dari 12.000 orang tua mendapati ruam popok pada bayi mereka yang berusia 4 minggu. Dan penyakit ini sering terjadi pada bayi dan balita yang menggunakan popok, biasanya pada usia kurang dari 3 tahun, dan paling banyak pada usia 9 sampai 12 bulan. Angka kejadian dermatitis pada usia 3-18 bulan, puncaknya pada usia 6-9 bulan yaitu 50% dari bayi dan anak pernah menderita dermatitis popok (diaper dermatitis) dengan berbagai gambaran klinis mulai dari yang ringan sampai berat. Rancangan penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan desain penelitian  pre-test dan post-test. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 44 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji t dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  ada peningkatan pengetahuan ibu tentang diaper dermatitis dengan program penyuluhan kesehatan  dengan p value 0,01. Berdasarkan rata-rata pengetahuan ibu sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan adalah 31,91 sedangkan rata-rata pengetahuan ibu sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan adalah 33,59.  Rekomendasi penelitian ini adalah agar peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang faktor perancu yang lain seperti minat, pengalaman, kebudayaan, lingkungan sekitar, dan informasi yang berkaitan dengan diaper dermatitis serta perilaku ibu dalam merawat anak dengan diaper dermatitis.


Full Text: PDF