HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUDDr. H. SOEWONDO KENDAL

Aristiyani Fajrinia Nur Ruza, Emilia Puspitasari, Kandar -

Abstract


Individu dengan hemodialisis jangka panjang sering merasa khawatir akan kondisi sakitnya yang tidak dapat diramalkan dan gangguan dalam kehidupannya. Pasien dengan gagal ginjal kronik mengalami perubahan fisik seperti mulai dari urine output sedikit sampai tidak dapat BAK, gelisah sampai penurunan kesadaran, tidak selera makan (anoreksi), mual, muntah, mulut terasa kering, rasa lelah, napas berbau (ureum), dan gatal pada kulit. Mereka biasanya menghadapi masalah finansial, kesulitan dalam mempertahankan pekerjaan, dorongan seksual, yang menghilang serta impotensi, depresi akibat sakit yang kronis dan ketakutan terhadap kematian.Depresi merupakan masalah psikologis yang paling sering dihadapi oleh pasien penyakit ginjal kronik dan yang menjalani hemodialisis. Mekanisme koping diartikan sebagai cara yang dilakukan individu dalam menyelesaikan masalah, menyesuaikan diri dengan perubahan, serta respons terhadap situasi yang mengancam. Penelitian ini menganalisis hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat depresi pada individu yang menjalani hemodialisis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan korelasi yaitu penelitian yang dilakukan untuk menghubungkan dua variabel atau lebih. Menggunakan pendekatan cross sectionaldengan instrumen kuesioner mekanisme koping dan kuesioner tingkat depresi. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 33 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil yang didapatkan p value sebesar 0,046 (<0,05) maka dapat diambil kesimpulan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan tingkat depresi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menganalisis gambaran mekanisme koping individu dan mekanisme koping keluarga.


Full Text: PDF