PENGARUH TERAPI SENTUAHAN TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA BAYI USIA 2-12 BULAN DI PUSKESMAS LEBDOSARI SEMARANG

Asih Pujiati, Sri Hartini, Eko Purnomo

Abstract


Faktor lingkungan dan infeksi pada tubuh anak akan mengakibatkan peningkatan suhu tubuh. Peningkatan suhu akan menurunkan konsentrasi besi dalam plasma darah sehingga menekan pertumbuhan bakteri. Demam dapat disebabkan oleh peyakit infeksi dan penyakit non-infeksi. Demam juga dapat disebabkan oleh kejadian pasca imunisasi (KIPI). Peningkatan suhu tubuh yang terlalu tinggi dapat menyebabkan dehidrasi, letargi, penurunan nafsu makan, asupan gizi berkurang, kejang yang mengancam kelangsungan hidupnya, lebih lanjut dapat mengakibatkan terganggunya proses tumbuh kembang. Upaya untuk mengurangi peningkatan suhu tubuh pada bayi dapat dilakukan dengan pemberian terapi sentuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi sentuhan terhadap penurunan suhu tubuh bayi usia 2-12 bulan di Puskesmas Lebdosari Semarang. Sentuhan pada bayi setelah kelahiran dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan yang dapat mempertahankan perasaan aman pada bayi. Sentuhan akan berpengaruh positif pada proses tumbuh kembang anak. Rancangan penelitian ini menggunakan quasy experiment dengan desain penelitian one group pre-test post-test design. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 32 responden dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian terapi sentuhan terhadap penurunan suhu tubuh bayi dengan nilai p value 0,005 dan nilai Z 2,791. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah dapat dijadikan refensi untuk peneliti selanjutnya dengan menggunakan variabel yang berbeda dengan menambahkan frekuensi terapi sentuhan menjadi 30 menit.


Full Text: PDF