PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK TARIK NAPAS DALAM TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL PERILAKU KEKERASAN PADA KLIEN DENGAN PERILAKU KEKERASAN DI RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG

Ivana Desilia Rista

Abstract


Perilaku kekerasan adalah suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik maupun psikologis. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) tahun 2007 diperkirakan ada 19 juta gangguan jiwa di Indonesia. Satu juta di antaranya mengalami gangguan jiwa berat atau psikosis. Teknik tarik napas dalam termasuk teknik relaksasi latihan pernapasan yang sering digunakan dalam pengaturan klien klinis untuk membantu mengatur stress dan relaksasi untuk mencapai kesejahteraan, secara keseluruhan teknik tarik napas dalam juga dapat melemaskan otot untuk mengurangi ketegangan, mengurangi kecemasan dan mempunyai efek distraksi atau pengalihan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok tarik napas dalam terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada klien dengan perilaku kekerasan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang dengan variabel bebas terapi aktivitas kelompok tarik napas dalam dan variabel terikat kemampuan mengontrol perilaku kekerasan. Desain penelitian quasy eksperimen dengan jumlah sampel 65 responden. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 48 (73.8), pendidikan terbanyak adalah SD 22 (33,8%), dengan jenis pekerjaan terbanyak adalah tidak bekerja adalah 23 (35,4%). Skor kemampuan mengontrol perilaku kekerasan sebelum perlakuan sebesar 5,7 dan skor kemampuan mengontrol perilaku kekerasan setelah perlakuan sebesar 2,87. Uji wilcoxon signed rank test di dapat p value 0,000 sehingga disimpulkan penelitian ini ada pengaruh terapi aktivitas kelompok tarik napas dalam terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada klien dengan perilaku kekerasan.

 

Kata kunci       : perilaku kekerasan, terapi aktivitas kelompok, tarik napas dalam

Full Text: DOWNLOAD PDF