EFEKTIFITAS ANTARA RELAKSASI AUTOGENIK DAN SLOW DEEP BREATHING RELAXATION TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST ORIF DI RSUD AMBARAWA

Setyo Bayu Aji, Yunie Armiyati, Syamsul Arif SN

Abstract


Fraktur adalah suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang bisa diatasi dengan pembedahan ORIF. Nyeri merupakan suatu keluhan yang sering dialami oleh pasien setelah pembedahan ORIF. Dampak nyeri dapat mengganggu proses fisiologis, himodinamis, menimbulkan stresor, cemas, mengganggu istirahat dan proses penyembuhan penyakit. Nyeri post ORIF dapat diatasi perawat dengan metode non farmakologi misalnya terapi relaksasi autogenik dan slow deep breating relaxaion. Tujuan penelitian untuk menganalisa perbedaan efektifitas antara relaksasi autogenik dan slow deep breathing relaxation terhadap penurunan nyeri pada pasien post ORIF di RSUD Ambarawa. Desain penelitian menggunakan pre test and post test nonequivalent control group dengan jumlah sampel sebanyak 22 responden dengan teknik kuota sampling. Hasil penelitian menunjukan penurunan intensitas nyeri responden pada kelompok terapi relaksasi autogenik sebanyak 2,83 sedangkan penurunan intensitas nyeri pada kelompok slow deep breathing relaxation sebanyak 1,65. Hasil uji Mann Whitney Test menunjukan p value 0,002 (p<0,05), relaksasi autogenik lebih efektifitas dibandingkan slow deep breathing relaxation terhadap penurunan nyeri pada pasien post ORIF di RSUD Ambarawa. Hasil penelitian ini merekomendasikan relaksasi autogenik dan slow deep breathing relaxation dapat dijadikan tindakan mandiri keperawatan non farmakologi yang dilakukan perawat untuk menurunkan nyeri post ORIF.

Full Text: PDF