EFEKTIFITAS PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER DAN MUSIK INSTRUMENTAL RELAKSASI TERHADAPKECEMASANPASIEN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG

Wildan Alfarisi, Mugi Hartoyo, Wulandari -

Abstract


Gagal ginjal merupakan kumpulan sindrom klinik dengan penurunan fungsi ginjal. Prevalensi kecemasan tinggi pada pasien hemodialisa. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan aromaterapi lavender dan musik instrumental terhadap tingkat kecemasan pasien yang menjalani hemodialisa. Untuk mengatasi kecemasan dilakukan dengan pemberian terapi CAM (Complementary Alternative Medicine). Tujuan penelitian adalah untuk menetahui perbedaan efektifitas aromaterapi lavender dan musik instrumental. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen. Dengan pendekatan accidental sampling. Populasi adalah seluruh pasien yang baru menjalani hemodialisa dengan jumlah sampel 34 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner STAI (State Trait Anxiety Inventory. Teknik analisa data menggunakan uji Mann-Whitney dengan software SPSS 16. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berusia dewasa tengah 18 orang (52,9%), jenis kelamin tertinggi adalah laki-laki 20 orang (58,8%) dan mayoritas bekerja 29 orang (85,3%). Terdapat perbedaan tingkat kecemasan sebelum diberikan aromaterapi lavender sebanyak 8 orang (47,1%) mengalami kecemasan sedang dan sesudah diberikan aromaterapi lavender sebanyak 9 orang (52,9%) mengalami kecemasan ringan. Perbedaan tingkat kecemasan juga terjadi pada kelompok musik instrumental dimana sebelum diberikan terapi musik didapatkan 11 orang (64,7%) mengalami kecemasan sedang dan sesudah diberikan terapi musik 15 orang (88,2%) mengalami kecemasan ringan. Didapatkan p-value 0,978 dengan mean 58,88 dan 58,82 maka dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara pemberian aromaterapi lavender dan musik instrumental terhadap kecemasan pasien hemodialisa di RSUD Tugurejo Semarang.

Full Text: PDF